Beberapa hari yg lalu saya pergi ke dokter umum langganan gara2 pilek dan demam 3 hari berturut2. Yah, dasar virus bandel, engga sembuh kalo ga didokterin, padahal cuma pilek.
Tapi gara2 kunjungan singkat itu saya dapat cerita yg lumayan berharga buat para perempuan yg sangat ingin langsing.
Dokter yang memeriksa saya punya rekan seorang dokter akupunkturis terkenal. Mungkin anda sudah banyak mendengar/menonton/membaca bahwa tren mendapatkan langsing dengan akupunktur plus diet ketat sudah menjadi gaya hidup mulai dari remaja cewek hingga ibu2.
Nah….apa yg menarik?
Dokter saya bilang, 8 dari 10 pasien sang akupunkturis selalu datang sebagai pasien dokter saya sekitar 2 thn kemudian sejak terapi……dengan gangguan ginjal ataupun liver.
Ngeri juga ya?
Sebenarnya akupunkturnya ngga bahaya (mungkin)….setidaknya blm ada penelitian yg mengungkapkan bahaya ttg terapi akupunktur sepengetahuan saya (atau ada yg pernah tahu?). Menurut pak dokter, justru diet nya itu yg berbahaya.
Seperti apa sih dietnya? Kebetulan teman saya semasa kuliah ada yg pernah ikut terapi ini dan berbagi menu dietnya….yg intinya mengganti semua yg digoreng menjadi direbus (tanpa garam dan penguat rasa apapun), dan mengganti jadwal makan menjadi 1 atau 2 buah-buahan.
Kata dokter saya, kalo makan serat melulu, dari mana energinya? Mungkin kita merasa tidak butuh banyak energi, tapi bagaimana dengan liver dan ginjal yg bekerja setiap saat (utk setiap gerakan anda)?
Mengganti camilan dengan buah2an memang masuk akal, tapi energi dari karbohidrat dan lemak juga tetap diperlukan.
Nah….pola diet gimana yg bagus (baca : AMAN BAGI KESEHATAN)?
Sebenarnya sih mudah saja, jangan pilih menu diet yg menjanjikan ‘cepat langsing’ tapi ‘gizi seimbang’. Semua unsur tetap ada dalam 3x makan, tapi yg biasanya berlebih dikurangi, yg kurang ditambah.
Selamat bergaya hidup sehat!