sukasukasoniadonk











{November 27, 2008}   excuse me………..

Sonia Rakhma's Facebook profile



{April 18, 2009}   i wanna be like her

Pagi ini sambil nyantai di rumah, nggak sengaja saya nonton TRANS7 (jam 10.0) yg nayangin liputan jelang hari kartini.
Kebetulan yg diliput adalah salah seorang polwan dengan pangkat lumayan tinggi, di daerah mana saya lupa, yg juga ibu dari 3 anak.
Saya kagum betapa ia berhasil menjadi atasan yg disiplin dan diteladani anak buahnya di kantor, sekaligus menjadi ibu yg care sama 3 anaknya.

TRANS7 nayangin aktivitas di rumah keluarga sang polwan jam 6 pagi jelang anak2 berangkat sekolah.

Sang suami yg diwawancarai (suaminya sepertinya berlatar belakang militer) TRANS7 dengan bangga menceritakan betapa sang istri dengan sigap bangun sebelum subuh untuk menyiapkan sarapan bagi ketiga anak dan suaminya, sempat menyemir sepatu suaminya, malam hari menemani ketiga anaknya belajar.

Dengan bangga pula sang suami menceritakan bahwa ia dengan senang hati membantu membagi nasi dan lauk pada anak2nya begitu sang istri selesai memasak, juga membantu mencuci piring sbelum akhirnya mereka semua berangkat bekerja dan bersekolah.

Bagaimana dengan anak2nya? saat diwawancara mereka bilang dengan senyum polos bahwa bangga sekali punya ibu yg gagah dan berguna bagi masyarakat. Mereka masih menganut kebiasaan cium tangan ayah-ibu, bahkan cium hidung!

Anak2 buah sang polwan (ups lupa namanya) sangat bangga sama atasannya yg mereka panggil Bunda, dan mengidentifikasi sosok Bunda sebagai wanita yg ramah, bisa diajak curhat dan kasih nasehat sekaligus disiplin.

Hmmm…… ternyata memang bisa ya?



dietBeberapa hari yg lalu saya pergi ke dokter umum langganan gara2 pilek dan demam 3 hari berturut2. Yah, dasar virus bandel, engga sembuh kalo ga didokterin, padahal cuma pilek.

Tapi gara2 kunjungan singkat itu saya dapat cerita yg lumayan berharga buat para perempuan yg sangat ingin langsing.

Dokter yang memeriksa saya punya rekan seorang dokter akupunkturis terkenal. Mungkin anda sudah banyak mendengar/menonton/membaca bahwa tren mendapatkan langsing dengan akupunktur plus diet ketat sudah menjadi gaya hidup mulai dari remaja cewek hingga ibu2.

Nah….apa yg menarik?

Dokter saya bilang, 8 dari 10 pasien sang akupunkturis selalu datang sebagai pasien dokter saya sekitar 2 thn kemudian sejak terapi……dengan gangguan ginjal ataupun liver.

Ngeri juga ya?

Sebenarnya akupunkturnya ngga bahaya (mungkin)….setidaknya blm ada penelitian yg mengungkapkan bahaya ttg terapi akupunktur sepengetahuan saya (atau ada yg pernah tahu?). Menurut pak dokter, justru diet nya itu yg berbahaya.

Seperti apa sih dietnya? Kebetulan teman saya semasa kuliah ada yg pernah ikut terapi ini dan berbagi menu dietnya….yg intinya mengganti semua yg digoreng menjadi direbus (tanpa garam dan penguat rasa apapun), dan mengganti jadwal makan menjadi 1 atau 2 buah-buahan.

Kata dokter saya, kalo makan serat melulu, dari mana energinya? Mungkin kita merasa tidak butuh banyak energi, tapi bagaimana dengan liver dan ginjal yg bekerja setiap saat (utk setiap gerakan anda)?

Mengganti camilan dengan buah2an memang masuk akal, tapi energi dari karbohidrat dan lemak juga tetap diperlukan.

Nah….pola diet gimana yg bagus (baca : AMAN BAGI KESEHATAN)?

Sebenarnya sih mudah saja, jangan pilih menu diet yg menjanjikan ‘cepat langsing’ tapi ‘gizi seimbang’. Semua unsur tetap ada dalam 3x makan, tapi yg biasanya berlebih dikurangi, yg kurang ditambah.

Selamat bergaya hidup sehat!



{January 10, 2009}   Keminggris…..

slips[keminggris : sok bahasa inggris tapi engga ngerti]

Suka denger gak sih gaya artis2 di infotainment klo bicara? “eh iya, gue lg deket sm someone special gitu deh”, atau “di situ dia kliatan beautiful banget…”

Pasti pernah juga kan masuk cafe2 dengan menu2 ‘nanggung’ alias menunya bahasa inggris super keren kayak “club cheese sandwich” eeh yg datang roti tawar dipotong keciiiil, tomat lembek, keju secuil sama selada 1/4 lembar? Ato menu “puff pastry” yg dibaca si pelayan sbg ‘puf prasti’?(yg ini saya alami sendiri).

Kasus lain mungkin para developer yang berlomba2 menamai perumahan2 baru dgn asal padupadan nama daerah ditambah ‘the’, ‘view’, ‘residence’ atau ‘hills’. ckckck….bikin saya jadi ngelus dada.

Emang apa yg salah?

Yah…sebenarnya enggak salah, cm saya pikir konyol ketika ketahuan bahwa yang ditawarkan itu engga seheboh namanya. Masyarakat kita masih kebiasaan menggunakan bahasa inggris….ups..bukan bahasa,tapi ‘kata’, sebagai alat ampuh untuk jualan produk atas nama modernitas, bukan supaya jadi masyarakat cerdas yg melek dunia internasional.

Yang membeli produk juga merasa otomatis keren dengan membeli apa2 yg berlabel ‘kata’ inggris,meskipun ngga trlalu ngeh.

Nah…ke-nggak ngeh-an ini yg mbanyol bin nanggung.

Ngomongnya “sedang sama someone special” (‘s’ nya pake dimonyongin juga), giliran di forum internasional ngomong “indonesia is a beautiful city”.

Duh duh….masi mending yg nyampur2 sama logat daerah asal, setidaknya dia memang ngerti, bukan jualan keren doang sama tampang indo-campuran.


Itu sebabnya, saya mafhum2 aja kalo yg ngomong campur baur bhs inggris itu Anggun C. Sasmi (yg emang paham aaseli) ato Siti Nurhaliza (krn kosakata melayu byk yg masih ‘berbau’ inggris).

Makanya…biar enggak malu,blajar dong!



{January 5, 2009}   Next Plane Home
Daniel Powter - Next Plane Home lyrics

I woke up early to baby blue eyes from afar whoah whoah
And when the sun comes through lights you like the angel you are whoah whoah
I know I do you wrong when I'm with you I've been gone

With every season change, it looks the same, November to June whoah whoah
And don't these empty streets skip a beat the flowers don't bloom whoah whoah

I can't believe I missed your birthday again
And I wanna come back but I just don't know when now

And I'm so lonely your not here with me
That's why I'm gonna be on the next plane home
The road that never ends around the bend I see your smile whoah whoah
I'd swim acorss the sea to be with you for a while whoah whoah
Cos I've made a life of been gone
Now the way that I feel is just that I don't belong here

And I'm so lonely you're not here with me
That's why I'm gonna be on the next plane home
And you're, you're the only face I wanna see
That's why I'm gonna be on the next plane home

Stand around try to make every moment
And be somebody yeah anybody
It seems the whole world is taking me over
I need somebody to help me get back to you

And I've always been a million miles away
But things are gonna change
I just wanna come home

And you're, you're the only face I wanna see
That's why I gonna be on the next plane home
Yeah I'm taking the next plane home
Now I'm getting the next plane home
Now I'm taking the next plane home



Lyrics | Daniel Powter lyrics - Next Plane Home lyrics

lagu ini ngingetin saya bangeeeet tentang dia yang suka bela2in ngasi kejutan muncul di depan rumah… thanks for makin me like Juliet^^



{December 19, 2008}   BEFORE n AFTER MARRIAGE…..ahaha

Before marriage…..

He: Yes. At last. It was so hard to wait.
She: Do you want me to leave?
He: No! Don’t even think about it.
She: Do you love me?
He: Of course! Over and over!
She: Have you ever cheated on me?
He: No! Why are you even asking?
She: Will you kiss me?
He: Every chance I get.
She: Will you hit me?
He: Are you crazy! I’m not that kind of person!
She: Can I trust you?
He: Yes.
She: Darling!

After marriage….

Simply read from bottom to top……………

Fr. Bhaskar Dharani To : fun_and_fun_only



{November 26, 2008}   BLAZER, FRENCH TWIST, HI-HEELS….
803614

ngga bakal bisa ky bgini deh...TT

Kemarin saya melihat seorang perempuan berblazer di mal, usai jam kantor. Make up rapi, rambut rapi. Dalam hati langsung terbersit, huaaa ngiriii!
Bukan apa2, dari dulu sebenernya saya memimpikan jadi wanita karir yg seperti itu. Tampil chic dengan tren make up baru, sepatu hak manis, blazer warna kalem, rambut kalo gak tersanggul chignon/french twist ya minimal tergerai panjang bagaikan helai karbon baru.
Tapi apa daya, sejak saya berkarir di kantor sampe sekarang freelance, harapan tinggal harapan. Gimana enggak, kerjaan mengharuskan saya survey sndiri, ukur lapangan…kalo pun di kantor kumpulnya sama laki2 yg lebih doyan pake tongkrongan ‘org lapangan’ lengkap sama rokoknya sekalian sehingga risih sendiri kalo mau tampil nurutin majalah. Mau nekat pake tanktop plus blazer? Yang ada malah disiulin tukang di lapangan!!
Yang jelas…kalo pake blazer, brarti perempuan tadi kerja di kantor yang full AC. Kulit jadi kering??Bisa dikasi pelembab…tapi kalo uda kerja di tempat panas? Mana bisa pake make up…T.T
Pake sepatu hak (meskipun rendah) plus rok span ato celana kerja berbahan halus?? Jelas bukan org lapang! Bawahan2 jenis ini engga bisa dipake jongkok ngukur di lapangan.
Dan satu lagi….gaji nya mereka yg begini ini pasti lebih gede (meskipun ngga tergolong kaya, tapi insya Allah lebih gede) dari golongan saya, or at least, ada tunjangan, mulai dari tunjangan kesehatan sampe tunjangan make up! Saya? Uda lumayan kalo dapet “semoga cepet sembuh” waktu sakit gara2 lembur…seringnya sih dapet sms “ka-pe-en   em-es-ka (bahasa sms)?” hohooo boro2 tunjangan…T.T

Alhasil, kemeja2 kerja yang manis sekarang terparkir rapi di lemari.Sehelai celana lurus berbahan halus yang sudah jadi korban kecentel paku waktu survey juga terlipat rapi. Kotak2 bedak isinya masih penuh…buat apa bedakan kalo survey lapang? Blom sejam juga uda luntur..huhuhuuu…
Seseorang yg sangat mengerti saya bilang “pekerjaanmu memang ngga mengutamakan penampilan.”
Tapi fitrahnya perempuan kan ingin tampil cantik? Ato saya yg salah pilih karir??



on January 29th, 2008 first posted at http://chocolatecookies.blog.friendster.com/

“At
this moment,
there are six billion, four hundred seventy million,
eighthundred eighteen thousand, six hundred seventy one people in the world.
Some…are running scared.
Some…are coming home.
Some tell lies to make it through the day.

Others are just not facing the truth.

Some are evil men, at war with good.
And some are good, struggling with evil.

Six billion people in the world, six billion souls.

And sometimes…All you need is ONE.”

– Lucas Scott/ Peyton Sawyer – One Tree Hill –



screenshot41

on February 22nd, 2008 first posted at http://chocolatecookies.blog.friendster.com/

Pilih toilet yg mana di mall….?
ternyata termasuk lingkup studi perilaku juga nih…eh tapi ini dlm kasus toilet nya nggak ngantre lho…^^ [taken from http://www.personalityquiz.net]

TEST :
Which toilet would you choose?

You go into a toilet and
there are 9 urinals/cubicles all available as shown below (1 is the CLOSEST ONE FROM ENTRANCE):

Which one would you choose?

[]     []    []    []    []    []    []    []    []

1     2    3    4    5    6     7    8     9

………………………………………………

have you choose……?

[FYI I choose no 2 ^^]












Analysis

Gentlemen :
The behavior of men in choosing urinals is different from that
of women choosing restroom stalls, according to some reports. Whereas more women prefer stalls in the middle section, men prefer urinals to either end of the line, obviously hoping to
draw as little attention as possible. Those men who actually choose urinals in the middle(4, 5, or 6) seem to be less self-conscious and less likely to succumb to external
influence or pressure.

Ladies :
Women who choose stalls 1-3 are more flexible and can adjust to a new situation quickly. These women tend to be direct and straightforward, and they would not hesitate as much as others when confronted with decision-making.
Women who choose stalls 4-6 are cautious, moderate, balanced. They refrain from going to extremes and generally want to feel safe.
Women who choose stalls 7-9 have a stronger sense of ones’ own space; they would not mind going a little deeper into the corners, where it’s less likely that they’ll be disturbed,
even though other women would consider such positions more
“dangerous” ones.

selamat mencoba!



{November 23, 2008}   Cinta bagai Menunggu Bis =)
screenshot

mo nunggu sampe kapaaan?

Waktu browsing2 iseng nemu artikel lucu ini, di blog kpunyaannya conectique.com.
dan dipikir2…..iya juga sih, soalnya u can see when the chance comes to u, but u just don’t know when that chance will pass u by…

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis.

Sebuah bis datang, dan kamu bilang, “Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh ! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, “Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”. Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.
Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju ! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang benar- benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.

Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?”
Copyright (C) 2007 conectique.com, Inc. All Rights Reserved



et cetera